Ayo kita jaga Populasi Malaikat

Ayo kita jaga Populasi Malaikat
Mungkin ketika kita kecil, kita suka membayangkan bagaimanakah sosok malaikat itu.
muncul dalam imajinasi kita, berdasarkan dongeng atupun cerita pengantar tidur kita. sosok malaikat adalah sesosok mahluk berwujud rupawan, bersinar terang dengan senyumnya yang menyejukkan hati dan terbang dengan kedua sayap yang begitu indahnya..
yah..sosok seperti itupun pernah ada dalam imajinasiku. sosok yang indah memang. tetapi sosok itupun berubah, saya menyadari malaikat itu tidak hanya diangan saya saja..tetapi malaikat itu nyata, dan malaikat itu adalah ibu
ibu adalah malaikat pertama yang ku kenal. ibu dengan cinta yang iklas menyayangi kita, membesarkan kita dengan kasih sayangnya. yang takkan tertutup matanya sebelum kita tertidur, yang menyelimuti kita dimalam yang dingin dengan rasa hangat yang bukan saja dari tubuh tetapi juga dari rasa cinta dihatinya yang takkan nyenyak tidurnya apabila mendengar kita menangis di tengah malam, yang takkan tenang hatinya ketika sakit, bahkan ketika kita malas untuk makan. yang menunggui kita dengan penuh rasa harap untuk pulang tepat pada waktunya, yang berlari dan memeluk kita ketika kita terjatuh menaikki sepeda pertama kita, menghapus air mata kita, dan mengobati luka kita,
jujur yang kurasakan bukan obat itu yang menghilangkan sakit di lukaku, tapi kasih sayang ibulah yang menghilangkan rasa sakit lukaku itu.
yah ibu adalah malaikat pertamaku, dan aku yakin semua ibu adalah malaikat bagi anak-anaknya.
sosok malaikat yang kukenal kedua adalah ayah, mungkin aku terlambat menyadari ayah pun seorang malaikat. mungkin karena ayah selalu sibuk bekerja, pergi pagi pulang pun malam. ketika kecil aku selalu bertanya, kenapa ayah tak menemaniku, kemana saja ayah, bertambah umurku aku menyadari bahwa ayah sibuk bekerja untuk menghidupi keluargaku, agar membuat hidup kami menjadi layak. ayah tak pernah kalah dengan ibuku, ayah adalah malaikat dan tugasnya sebagai kepala keluarga sungguh mulia.setiap pulang kerumah sebenarnya yang dicari ayah bukan ibu, bukan segelas kopi yang bisa membangkitkan semangatnya, bukan kasur yang empuk untuk menghilangkan lelahnya, bukan ibu yang sangat dicintainya tetapi aku tetapi sayang aku sudah tertidur lelap dalam selimut hangatku.
yang paling ku ingat dari ayah adalah ketika hari ulang tahunku, ayah tidak memberikanku hadiah apapun tetapi ayah berkata ” maaf ayah belum sempat membelikanmu sebuah hadiah, tetapi ayah akan memberikanmu sesuatu yang lebih berharga dari apapun di dunia, dan itu adalah waktu, kelak kau akan menyadari ini. hari ini ayah akan bersamamu seharian, menemanimu bermain dan menceritakan banyak hal.
aku tetap kecewa karena tidak mendapat hadiah dari ayah, tetapi benar kata ayah aku menyesal telah kecewa karena yang paling berharga didunia ini adalah waktu..
ayah bersamaku hari itu tidak hanya bermain, ayah menceritakan banyak hal, dan ayah mengajarkan banyak hal, ayah mengajarkanku untuk disiplin , ayah mengajarkanku untuk bertanggung jawab, ayah mengajarkanku untuk bersabar, ayah mengajarkanku untuk selalu berusaha dan bekerja keras, ayah mengajarkanku dengan berbuat sedikit kebaikan akan membuat dunia lebih baik. waktuku hari itu bersama ayah memang sangat berharga karena hari-hari berikutnya ayah pun semakin sibuk bekerja, tetapi itu pasti untuk membuat keluarga kami lebih baik.
ayah adalah malaikat.
hari-hari kulewati aku mulai bersekolah, mulai bermain dengan teman-temanku dan yang pasti aku mulai mengenal dunia.
kehidupan diluar rumahku menurutku sangat mengerikan,sangat jarang senyum ramah kutemui di dunia luar seperti senyum ibuku, sangat jarang kutemui kebaikan-kebaikan seperti yang diceritakan oleh ayahku. dan aku hampir percaya bahwa tidak ada malaikat selain ayah dan ibuku.
sampai saat.. didepan sekolahku aku sendiri menunggu ibuku yang biasanya menjemputku. sendirian di dunia luar yang kuanggap mengerikan membuatku merasa takut dan meneteskan air mataku. lama aku menunggu tetapi tak kunjung datang senyum hangat ibuku. aku merasa hilang malaikatku..aku sendirian didunia ini. sesosok tubuh pun datang menghampiriku, kulihat wajah tua dengan pakaian kotor ada dihadapanku.aku pun semakin menangis karena aku tak terbiasa bertemu dengan sosok seperti itu, orang tua itu menanyai keadaanku, mengapa aku menangis tetapi tangis ku semakin menjadi-jadi. tapi tangisku seketika berhenti, ketika kulihat matanya. matanya yang penuh dengan rasa peduli, matanya yang memancarkan sinar kebaikan seperti mata ibuku. mata yang sangat akrab denganku. aku pun berkata bahwa ibuku tak kunjung menjemputku. orang tua itupun menenangkanku, mencoba menghiburku dan berkata akan menemaniku sampai ibuku muncul, orang itu menyenangkan walaupun tampilan luarnya membuatku sedikit tidak nyaman.
orang itu menghiburku dan membuatku tertawa. lalu datanglah yang menjemputku, bukan ibu tetapi ayah, karena ibu sakit dan tidak bisa menjemputku maka ayahlah yang datang.
sejak hari itu, aku belajar bahwa malaikat itu pun bukan hanya ayah dan ibuku, tetapi aku yakin malaikat itu banyak diluar sana. dan orang tua yang aku tahu sekarang bahwa ia adalah seorang gelandangan tua adalah malaikat.
sejak hari itu
aku belajar
dan
aku
melihat
bahwa banyak
malaikat
manusia yang selalu menyebarkankan sedikit kebaikan untuk dunia lebih baik adalah malaikat
manusia yang peduli dengan sesamanya yang tertimpa bencana adalah malaikat
manusia yang mengasihi anak-anak yatim piatu adalah malaikat
manusia yang mengunjungi panti jompo dan menghibur mereka
guru-guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan adalah malaikat
anak remaja yang bersedia menyeberangkan orang buta adalah malaikat
orang yang membuang sampah pada tempatnya adalah malaikat
tukang sampah yang membersihkan lingkungan adalah malaikat
teman yang menghibur temannya yang sedang sedih adalah malaikat
manusia yang peduli akan lingkungan hidup adalah malaikat
semua manusia yang melakukan kebaikan walaupun sedikit adalah malaikat
dan banyak lagi manusia dalam bentuk malaikat, apalagi dengan cara membuat thread ini tetap hidup biar makin banyak yang tau klo msh banyak malaikat dan ikutan menjaga populasi malaikat
peduli terhadap sesama, peduli dengan berbuat kebaikan, kita jaga populasi malaikat

0 komentar:

Posting Komentar

 

Linux Opensource & Phreaking Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger