Miskol Tanda Tak Mampu

Miskol Tanda Tak Mampu

Pasti Anda pernah mengalami kejadian seperti ini. Seorang teman menelepon di ponsel, tapi begitu diangkat teman di ujung sana buru-buru mematikannya. Miskol (berasal dari kata missed call) pertanda dia ingin ditelepon.

Atau malah mungkin kita yang sering melakukannya. Ketika kita ingin mengobrol tentang sesuatu melalui ponsel tapi pulsa kita mepet. Maka kita miskol teman dengan harapan dia yang ganti menghubungi kita.

Tapi ternyata fenomena miskol-miskol tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Pada berbagai negara perilaku miskol tersebut juga lazim terjadi, dengan istilah yang berbeda-beda. Di Filipina hal tersebut disebut miskol, sama dengan di Indonesia, di Spanyol disebut llamadas perdidos. Sementara dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah beeping, flashing atau juga pranking.

Di Bangladesh perilaku miskol-miskol mencapai 70 % pada jaringan operator Grameenphone. Sementara di Kenya dalam sehari miskol bisa mencapai 4 juta kali. Sayang tidak ada data mengenai miskol di Indonesia.

Namun yang pasti, fenomena miskol tersebut dapat dilihat dalam dua aspek. Yang pertama adalah karena faktor iseng, ingin mengganggu teman yang sedang sibuk atau malah sedang tidur. Atau juga ingin memastikan suatu nomor masih aktif atau tidak.

Sedang tujuan miskol yang utama adalah karena memancing ingin ditelepon. Harus diakui, meski akhir-akhir ini tarif menelepon secara umum mengalami penurunan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan, misalnya sepuluh tahun yang lalu, tapi tetap saja masih jauh dari harapan masyarakat.

Sementara tarif murah yang dijanjikan operator melalui iklan di media massa sering kali tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Terutama karena ada embel-embel: syarat dan ketentuan berlaku, yang kadang malah menjebak konsumen. Maka wajar saja bila fenomena miskol-miskol masih saja sering terjadi: sebab miskol tanda tak mampu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Linux Opensource & Phreaking Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger