Marah Bisa Timbulkan Stroke, Bagaimana Cara Mengelolanya?

Marah merupakan salah satu bentuk ekspresi emosi manusia. Dalam kehidupan, tentu ada saja hal yang tidak sesuai dengan keinginan sehingga menimbulkan rasa marah dan kecewa. Sebenarnya rasa marah wajar saja timbul dalam diri manusia, dan tiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan rasa marahnya. Menahan marah atau melepaskannya secara berlebihan justru bisa membahayakan kesehatan loh.
Bentuk kemarahan boleh saja diekspresikan, namun tentu bukan dalam bentuk yang bersifat agresif dan destruktif (menghancurkan). Untuk itu, rasa marah yang muncul perlu dikelola dengan baik agar tidak berlebihan.

Keterampilan mengelola rasa marah merupakan suatu proses untuk mengendalikan atau menempatkan marah tersebut sesuai porsinya, meluapkannya dengan cara yang tegas, bukan meledak-ledak, dan berusaha menyikapinya dengan cara yang positif. Mengelola rasa marah bukan berarti mengharuskan manusia untuk menahannya. Kita tentu boleh saja marah, asalkan kita tahu bagaimana mengekspresikannya dengan wajar dan tepat.
Menurut Charles Spielberger, seorang ahli psikologi, menahan marah justru dapat menimbulkan banyak problem kesehatan. Bila sudah tidak mamu menampung semua amarah yang tertahan bisa timbul hipertensi, depresi, stress, dan perilaku pasif-agresif. (Apa itu perilaku pasif-agresif? Simak dalam tulisan saya selanjutnya ya.)
Namun di sisi lain, meluapkannya dalam porsi yang berlebihan pun bisa menimbulkan efek buruk yang juga bisa merugikan kesehatan. Banyak studi yang menunjukkan adanya keterkaitan antara amarah dengan kesehatan jantung. Salah satunya, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association yang menyebutkan bahwa orang yang amarahnya meledak-ledak dan penuh emosional akan menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur, atau biasa disebut Atrial Fibrillation (AF). AF akan meningkatkan resiko penggumpalan darah menuju otak, sehingga berakhir dengan stroke. Wah, bahaya juga ya.
Masih ada lagi, bagaimana efeknya jika marah yang diluapkan secara berlebihan itu merusak hubungan kamu dengan orang lain di sekitar kamu, merugikan orang lain atau menyakiti orang lain? Atau yang lebih ekstrem lagi, bagaimana bila kamu sampai terjerumus dalam perbuatan melanggar hukum, hanya karena tidak bisa mengelola amarah? Bisa repot dan rumit kan urusannya? Oleh karena itu, marah yang ada dalam diri manusia perlu dikelola dan hanya boleh dikeluarkan dalam bentuk yang wajar dan tidak berlebihan.
Lalu, bagaimana cara agar bisa mengelola rasa marah, terlebih rasa amarah yang sedang memuncak?
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, yaitu :
  1. Ayo berhitung! Loh kok berhitung? Menurut salah satu studi di Amerika, berhitung dari satu sampai sepuluh sebelum kamu bereaksi karena marah dapat meredam kemarahan yang ada.
  2. Beri jeda waktu atau menyingkir sejenak dari orang maupun situasi yang membuat kamu marah.
  3. Cobalah untuk lebih rileks dan mengurangi ketegangan emosi yang ada. Hal ini dapat membantu kamu dalam mengontrol kemarahan. Misalnya dengan melakukan yoga, mendengarkan musik atau justru mengeluarkan kata-kata yang positif untuk membangkitkan aura dan sugesti positif dalam diri.
  4. Berolahragalah atau lakukan aktivitas fisik untuk mengubah mood negative dan meredakan stress.
  5. Saat perasaan marah timbul, tarik nafas dalam-dalam untuk menurunkan detak jantung dan tekanan darah. Humor, atau bentuk pengalihan ekspresi lain yang lebih menyenangkan bisa membantu meredam amarah yang timbul
  6. Ungkapkan rasa marah yang ada sehingga tidak menumpuk di alam bawah sadar, sehingga bisa memicu stress dan depresi, namun ingat jangan mengungkapkannya dengan cara yang agresif dan meledak-ledak.
  7. Luapkan emosi yang ada dengan jalur yang wajar, tidak agresif dan destruktif, tidak merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Misalnya, bisa menumpahkannya di secarik kertas, lalu membuangnya jauh-jauh.
  8. Bahkan bila perlu menangis atau tertawalah. BIasanya setelah itu kamu akan merasa lebih lega.
  9. Diskusikan rasa marah yang ada dengan teman atau seseorang yang kamu percaya, yaitu orang yang bisa memberi rasa tenang ke kamu, bukan ke orang yang justru semakin memperkeruh situasi. Sadarilah bahwa dengan bercerita atau bahasa gaulnya curhat, rasa marah bisa berkurang karena sebagian beban dan emosi telah terlepaskan.
  10. Tunda tindakan apapun sampai kepala kamu dingin dan emosi lebih reda, agar kamu bisa lebih tenang memikirkan solusi yang lebih tepat.
  11. Jangan menyimpan dendam. Maafkanlah dengan tulus dan ikhlas siapapun atau apapun yang menyebabkan kamu marah. Hal ini akan membantu kamu agar lebih pandai menguasai kemarahan dan mempercepat proses penyembuhan.
  12. Bersabarlah dan relakanlah sesuatu yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita. Sebagai orang yang beragama, kamu bisa bercerita kepada Tuhan. Eits, saya tidak akan mengatakan ini cara yang klise, karena memang ini salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan manusia dalam mengelola kemarahan. Dengan lebih mengingat dan mendekatkan diri kepada Tuhan, hati akan menjadi lebih tenang dan kamu akan mampu mengelola rasa marah yang ada. Tanpa disadari cara ini akan meningkatkan ambang batas timbulnya rasa marah. Singkatnya, dengan cara ini kamu akan menjadi manusia yang lebih sabar lagi sehingga tidak mudah terpancing kemarahan.
  13. Bila kamu marah karena sesuatu yang terjadi dalam kehidupan tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan, usahakan jangan menanggapinya terlalu serius. Anggap saja dunia ini adalah sebuah permainan, dimana dalam permainan tentu akan ada yang kalah dan menang, akan ada yang berhasil dan yang belum berhasil, akan selalu ada rintangan dan hambatan. Dengan cara ini kamu akan bisa bersikap lebih ringan dan rileks dalam menghadapi kemarahan dan rasa kecewa yang timbul.

Nah, bagaimana dengan kamu? Apa kamu punya cara-cara lain dalam mengelola kemarahan? Kalo ada yang ingin menambahkan, silahkan tulis pada form komen di bawah, ya.

 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Linux Opensource & Phreaking Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger